Minggu, 20 Agustus 2017

17 Agustus yang Istimewa

17 Agustus 2017 ini begitu luar biasa, pertama tentunya karena hari ini adalah hari kemerdekaan negara saya, semoga keluarga besar Republik Indonesia dapat terus secara beriringan bekerja bersama dalam usaha memenuhi janji kemerdekaan. Tentu kita juga berharap apa yang kita usahakan selama di bumi Indonesia ini juga bernilai ibadah di sisi Allah swt.


Kebahagiaan kedua saya adalah karena berkesempatan untuk bertemu dengan para guru berdedikasi dan berprestasi tingkat nasional. Tepatnya berlokasi di Hotel Grand Shid Jaya, saya bertemu dengan mereka. Saya merasa bangga pernah belajar dan bekerja bersama mereka sewaktu saya masih bertugas di Sabah Malaysia. Dadan, Suhardin, Nayudin, dan Shelya, sungguh tahun-tahun yang menyenangkan pernah berkarya bersama kalian. Apa yang telah kita lakukan bersama selama merantau di negeri sebrang tentunya akan menjadi kisah dan momen berharga yang membuat diri kita semakin matang dalam mengarungi kehidupan.
Kebahagiaan ketiga adalah karena buku 10 Tahun Menggali Mutiara di Sabah-Malaysia telah diterbitkan oleh Kemdikbud. Bahagia berkesempatan untuk turut serta dalam menulis dan menyusun buku tersebut, diawali oleh dering telpon dari Bapak Dadang Hermawan yang meminta saya untuk turut serta menjadi penulis buku ini, dan ditemani dengan rekan sesama pendidik yang bernama Deni Mulyana kami mencoba menuliskan dan merangkaikan kembali serpihan-serpihan berita endidikan di Negeri Sabah yang tanpa terasa sudah berjaan selama 10 tahun. Tentu apa yang tertulis dalam buku ini adalah hanya sebagian kecil dari apa yang diperjuangkan oleh insan pendidikan Indonesia di negeri Sabah-Malaysia, dan semoga terus terukir kisah-kisah hebat di tahu-tahun mendatang.


Ketika mendapatkan buku ini dari Bu Rustina di salah satu ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, saya melihat Pak Sumarna Surapranata sedang menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan Guru Berprestasi dan Berdedikasi. Kemudian setelah beliau memberikan paparannya, Alhamdulillah saya berkesempatan berfoto dengan beliau dengan buku 10 Tahun Menggali Mutiara di Sabah-Malaysia. Buku tersebut dapat dikatakan merupakan hadiah berharga dari beliau bagi masyarakat pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia, saya sebagai salah seorang yang pernah bersama sebagai penggiat pendidikan Indonesia di Sabah-Malaysia merasa sungguh merasa bersyukur bisa mendapatkan buku ini, bahkan juga berkesempatan menjadi salah satu penulisnya. Walaupun begitu terdapat perasaan sedih, karena pada kesempatan tersebut Pak Sumarna Surapranata mengumumkan tentnag pengunduran dirinya sebagai Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Republik Indonesia, sungguh sebuah hal yang tak disangka dan begitu mengagetkan. Meskipun begitu beliau menyatakan akan terus mendukung dunia pendidikan Indonesia, salah satunya adalah dengan membuat gerakan Guru Mulia Punya Karya, gerakan ini dimaksudkan untuk memotivasi para guru untuk selalu memunyai karya-karya berharga dalam pengabdiannya sebagai guru. Keinginan berkarya adalah motivasi tersendiri seorang guru mulia, keberadaan guru di sekolah bukan hanya sekedar pemenuhan jam mengajar, lebih dari itu seorang guru mulia selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.



Kebahagiaan selanjutnya adalah, saya bersama istri dan kedua anak saya dapat berjalan-jalan bersama ke Monas. Menjadi hal yang istimewa karena, ini lah kali pertama anak-anak saya melihat monas secara langsung. Bukan hanya itu, kami juga berama-sama naik bajaj menuju stasiun ketika mau kembali ke bekasi. Sesampaiknya di stasiun Gondangdia, kami mampir terleih dahulu di sebuah warung makan, Alhamdulillah, ketika itu Allah memberikan izin pada kami untuk merasakan nikmatnya santap malam, meskiun sederhana tetapi nikmatnya sungguh terasa.  Itulah 17 Agustus saya yang istimewa, Alhamdullillah.

Minggu, 28 Mei 2017

Surat Rekomendasi

Nah, ini nih yang termasuk dalam syarat berbagai macam penyedia beasiswa. Apa itu??? yup Betul. Surat Rekomendasi. Surat ini memang tidak berkaitan langsung dengan prestasi, pengalaman studi, dan pengalaman kerja teman-teman, tapi inget loh surat rekomendasi ini penting banget untuk kalian punya. Kenapa? karena surat rekomendasi ini menandakan kalian telah mendapat apresiasi dari orang lain tentang prestasi dan pengalaman kalian.

Misalnya saja teman-teman suka dalam dunia masak-memasak, dan berkata bahwa masakan teman-teman adalah yang terenak di kecamatan. Orang lain mungkin akan hanya merespon "bener ga tuh dia jago masak?". Sekarang bayangkan jika, Pak Camat berkata bahwa masakan teman-teman adalah yang paling enak,  apa respon masyarakat lain? Ya! tentu lebih percaya bahwa masakan teman-teman adalah enak.

Berikut contoh surat rekomendasi yang saya pernah saya gunakan untuk mengajukan beasiswa




Surat rekomendasi yang dilampirkan boleh lebh dari satu loh... Berdasarkan pengalaman saya dalam mengajukan beasiswa, saya melampirkan dua surat rekomendasi, satu dari tempat kerja, dan satu lagi dari kampus.

Bisa juga dilampirkan satu dari perguruan tinggi S1, dan satu lagi dari perguruan tinggi S2. Tidak ada larangan untuk membawa lebih dari satu surat rekomendasi.



Oh iya jangan lupa untuk membuat sendiri format surat rekomendasi, saya pernah punya pengalaman mengajukan surat rekomendasi dengan tidak melampirkan format. Dan pihak pemberi rekomendasi lupa untuk menuliskan secara lengkap data-data saya, sehingga jadinya tidak terpakai, dan saya jadi mengajukan kembali untuk dibuatkan surat rekomendasi.

Formatnya kurang lebih bisa dilihat pada contoh yang sudah saya lampirkan ya...

Kamis, 25 Mei 2017

Proposal Rencana Studi

Proposal Rencana Studi ini berbeda dengan essay, di proposal ini teman boleh menjelaskan tentang studi yang akan ditempuh, dan bagaimana masbro dan mbakbro dapat memahami dan memanfaatkan materi-materi kuliah untuk karir teman-teman
Kalau essay itu memberi tahu tentang potensi diri dengan menceritakan kembali tetang pengalaman dan prestasi yang pernah dialami dan didapatkan.

Proposal rencana studi adalah rencana perkuliahan yang akan diambil dan juga tentang penelitian yang akan teman-teman tekuni. Jadi, tips ampuh ny dalam penulisan proposal rencana studi ini adalah, memberitahukan rencana perkuliahan per semester yang akan diambil,beserta bidang kajian yang akan dikaji di tugas akhir.

Sangat penting untuk menjelaskan rencana perkuliahan secara runut, dari awal mulai diterima hingga kelulusan.

Oke... perhatikan dulu ini ya... ini contoh proposal rencana studi saya...




Rabu, 24 Mei 2017

Essay

Essay ini jadi media masbro mengenalkan diri sebebasnya, yang penting sesuai dengan kenyataan, jangan malu untuk mengungkapkan potensi diri.

Rekan-rekan boleh menulis apa saja yang disuka, asal harus sesuai tema ya.. Ketika saya mengajukan beasiswa, essay harus berjudul "Aku Generasi Unggul Bangsa Indonesia", mungkin berbeda dengan lembaga penyedia beasiswa lain, tetapi biasanya essay ini seputar pengungkapan potensi diri

Sebuah essay dengaan judul "Heboh" itu harus dikemas dengan baik. Intinya, harus menyatakan keunggulan diri dengan cara yang sopan.

Berikut contoh essay yang pernah saya ajukan



Jika ingin konsultasi boleh hubungi saya ya... tuliskan saja di kolom komentar,.

Senin, 22 Mei 2017

Letter of Acceptance (LoA)

Letter of Acceptance (LoA) merupakan sebuah surat berharga sebagai tanda diterimanya Anda di sebuah Universitas. LoA dapat diperoleh dengan cara mendaftar ke Universitas tujuan Anda, pengumuman kelulusan bisa Anda gunakan sebagai Loa.

Untuk yang memiliki tujuan di luar negeri, LoA dapat Anda peroleh dengan cara berkunjung ke berbagai macam konsultan pendidikan seperti Sunway dan IDP.

Contoh LoA dari Universitas Indonesia

Bimbingan Beasiswa

Di internet banyak sekali pastinya bertebaran tulisan tentang tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa, tapi mungkin di sini lah rekan-rekan akan mendapatkan Bimbingan Beasiswa, ya bukan hanya sekedar tulisan berupa tips dan trik, tetapi akan mendapatkan bimbingan langsung secara step by step untuk mendapatkan beasiswa.

Di tulisan ini saya berkeinginan untuk berbagi tentang pengalaman saya mendapatkan beasiswa dari sebuah lembaga pemerintah. Eitts, tapi bukan hanya pengalaman yang akan saya bagi, melainkan juga bimbingan baik itu melalui media sosial maupun pertemuan langsung.

Oke... Baik... sekarang kita list terlebih dahulu satu persatu berkas yang perlu disiapkan untuk mendapatkan Beasiswa, berkas ini ibarat senjata Anda ketika ingin berburu, kelengkapan berkas dan kualitas berkas menjadi hal utama dalam perburuan dalam meraih beasiswa.

Setiap beasiswa memiliki kriteria masing-masing, kriteria yang saya miliki berikut adalah kriteria untuk mengajukan sebagai beswan pada program Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017,

Brosur bisa dilihat di sini



Meskipun program beasiswa lain memiliki kriteria yang tidak jauh berbeda, tetapi pastikan untuk memperhatikan secara detil  kriteria sebelum mengajukan permohonan beasiswa.

Berikut kriteria untuk pengajuan Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi

Beasiswa Degree Jenjang S1:
Mahasiswa Baru
1. Maksimal 22 Tahun
2. Memiliki LoA Unconditional
Mahasiswa On Going
1. Maksimal 22 Tahun
2. Maksimal semester 3
3. IPK, PTN 3.00, PTS 3.25

Beasiswa Degree Jenjang S2
Mahasiswa Baru
1. Maksimal 32 Tahun
2. Memiliki LoA Unconditional
3. IPK, PTN 3.25, PTS 3.50
4. Toefl ITP 500, IBT 61, IELTS 5.5
Mahasiswa On Going
1. Maksimal 32 Tahun
2. Maksimal semester 3
3. IPK, PTN 3.25, PTS 3.50
4. Toefl ITP 500, IBT 61, IELTS 5.5

Beasiswa Degree Jenjang S3
Mahasiswa Baru
1. Maksimal 37 Tahun
2. Memiliki LoA Unconditional
3. IPK, PTN 3.25, PTS 3.50
4. Toefl ITP 500, IBT 61, IELTS 5.5
Mahasiswa On Going
1. Maksimal 37 Tahun
2. Maksimal semester 3
3. IPK, PTN 3.25, PTS 3.50
4. Toefl ITP 500, IBT 61, IELTS 5.5

Kelengkapan Berkas Beasiswa Degree
Mahasiswa Baru
1. Kartu Tanda Penduduk
2. Loa Unconditional
3. Ijazah dan Transkrip Nilai Terakhir
4. Sertifikat TOEFL/IELTS
5. Essay
6. Proposal Rencana Studi
7. Surat Rekomendasi
8. Sertifikat Prestasi
Mahasiswa On Going
1. Kartu Tanda Penduduk
2. Kartu Tanda Mahasiswa
3. Kartu Hasil Studi Terakhir
4. Sertifikat TOEFL/IELTS
5. Essay
6. Proposal Rencana Studi
7. Surat Rekomendasi
8. Sertifikat Prestasi

Minggu, 30 April 2017

Launching Logo Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FIA Universitas Indonesia


Hari ini Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (HMP FIA UI) resmi memiliki sebuah logo. Alhamdulillah, logo yang saya desain terpilih untuk menjadi logo resmi HMP FIA UI. Berikut arti dari logo tersebut.

1. Dua garis lengkung yg berwarna ungu dan merah, menandakan berbagai macam aspirasi hadir di dalam HMP FIA
2. Garis lengkup tersebut saling berpadu kemudian membentuk MEJA yg menyokong warga HMP FIA UI
3. Meja lengkung dengan warna ungu merah menandakan bahwa setiap anggota memiliki warna masing-masing tapi selalu siap secara bersama-sama mendukung kemajuan HMP FIA UI.
4.  Logo Makara UI yang berada di atas bermakna kita dalam ruang lingkup Universitas Indonesia
5. Logo Makara yang ditopang oleh Meja Aspirasi menandakan bahwa HMP FIA UI bisa tetap tegak karena adanya aspirasi dan kontribusi dari warga HMP FIA UI
6. Pemilihan warna merah dan ungu berdasarkan warna dasar logo  Makara FIA UI. Merah berarti berani dan ungu berarti bijaksana

Jumat, 28 April 2017

Selamat Usaha "jalanjalan travel"


Bekasi, 29 April 2017.

Alhamdulillah, saya baru saja menyelesaikan logo untuk tim "jalanjalan travel", sebuah biro usaha travel yang bisa memfasilitasi pemesanan tiket ke mana pun di seluruh nusantara dan manca negara. Awalnya tidak menyangka mendapat pesanan pembuatan logo dari sebuah biro travel, sempat merasa tidak percaya diri juga, tetapi saya percaya bahwa apa yang datang dan hadir pada kita adalah sebuah kesempatan, dan kesempatan itu datang karena Allah percaya kita bisa mengerjakannya. Meskipun belum bisa, saya percaya in sya Allah akan dimampukan jika kita mau mencoba.

Quotes untuk hari ini
"Selalu merasa cukup untuk selalau bisa memberikan yang terbaik"
   

Rabu, 01 Maret 2017

Ilmu dari Profesor Italia, Wamen, hingga Dirut Merpati

Depok - Jakarta - Bekasi, 27 Februari 2017

Berkesempatan menimba ilmu di Universitas Indonesia (UI) merupakan sebuah hal berharga. Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, UI menjanjikan kita untuk mendapatkan pengalaman belajar dari yang terbaik. Bukan hanya dari dosen terbaik, tetapi juga praktisi terbaik dari berbagai bidang.



Pagi ini, saya mendapatkan pesan dari seorang teman kelas saya, bahwa pertemuan perkuliahan akan digelar dalam sebuah seminar. Berkesempatan menjadi pemateri pada seminar dengan tema Dynamic Performance Management tersebut adalah Profesor Bianchi dari Universitas Palermo Italia. Prof Eko Prasojo selaku Ketua Indonesian Association of Public Administration menerima sang profesor Italia dengan sebuah presentasi pembuka tentang Indonesia.

Hari ini membahagiakan, karena selain mendapatkan makanan gratis dari panitia, saya berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Prof Eko Prasojo yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2. Sungguh sebuah kesempatan berharga bisa dalam ruangan yang sama dan menimba ilmu dari yang pernah berpengalaman dalam kabinet republik ini. Beliau pun saat ini menjabat sebaga Dekan UI di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), fakultas tempat saya belajar saat ini. Pada semester 1 ini beliau menjadi salah satu dosen tatap muka untuk mata kuliah Pengantar Paradigma dan Teori Ilmu Administrasi yang saya ambil.

Materi profesor tentang siklus berbagai fenomena sosial sungguh menarik, namun waktu tak cukup lama untuk menuntaskan materi. Berikutnya kami berlari menuju ruang kelas untuk mengikuti perkuliahan dengan Prof Martani, sebuah kuliah yang amat kami nantikan dengan Quiz dan Video nya. Prof Martani selaku pengampu materi Teori dan Aplikasi Organisasi selalu enerjik dan antusias dalam menjelaskan materi organisasi yang kini telah sampai pada Bab Struktur dan Teknologi Organisasi. seperti biasa di antara kami, ada yang meraih nilai quiz cemerlang, dan ada juga yang sedikit gurem.



Spesial sungguh hari ini, Prof Martani mengajak kami untuk hijrah dari UI Depok ke UI Salemba untuk menerima materi perihal Organisasi oleh salah satu praktisi BUMN di republik ini. Dia adalah Hotasi Nababan yang sempat menjabat sebagai Direktur Utama Merpati Airlines. Sesi tukar pengalaman pada malam itu membuat kami lebih memahami tentang perilaku organisasi. Beliau juga membahas tips dan trik membangun start-up. Beruntung saya mendapatkan buku Laboratorium Peradaban Indonesia yang langsung ditandatangani oleh beliau. Seni berpikir dari sudut pandang yang berbeda pun dapat saya pelajari dari buku ini.


Malam tiba, perkuliahan usai, waktunya makan malam dan melepas penat dengan teman-teman sekelas. kami pun melakukan santap malam di satu tempat yang berlogo bapak-bapak berjanggut putih (tebak, yang tahu boleh jawab di komen). Sedikit perbincangan tentang betapa luar biasanya hari ini menemani santap makan malam kami. Kami pun memilih jalan pulang masing-masing, saya bersama beberapa teman menggunakan Gokar menuju Stasiun Manggarai. Tepatnya pukul 23.15 malam saya mendapatkan kereta untuk kembali ke Bekasi untuk bertemu keluarga dan beristirahat. (Rahmadi Diliawan)

Kamis, 18 Agustus 2016

Ada Apa dengan 20? Permainan Cerdas untuk Menabung

 Ada Apa Dengan 20?


Apa persamaan dari uang pada gambar tersebut? warna berbeda, orang berbeda, nilai berbeda, asal negara pun berbeda.. Hmm.. persamaannya adalah semua uang tersebut memiliki angka depan 2. Lalu apa yg spesial dengan 2?

Terinspirasi dari seorang kawan saya di Malaysia yang mengumpulkan uang RM20 untuk naik Haji, saya pun jadi tertarik untuk mencoba. karena memang menabung adalah sebuah hal yg dapat dibilang susah susah gampang dan gampang gampang susah, maka tips dari kawan saya ini perlu juga untuk dicoba. Saya tertarik karena ia menunjukkan pada saya sudah berhasil mengumpulkan RM20 hingga sejumlah RM3000 dalam waktu yang relatif singkat.

Temanku ini bilang, dengan mengumpulkan RM20, dia bisa lebih konsisten untuk menabung karena ia bukan berfokus pada menabung melainkan mengumpulkan RM20, hal ini lebih seperti sedang “bermain game”, yang peraturannya adalah menyimpan RM20. Jadi, sejak saat itu, saya coba untuk berjanji akan mengumpulkan dan menyimpan pecahan 20 yg ditemukan baik itu Rp20000 ataupun  RM20. “No matter what i will save the twenty



Mengapa Harus 20?

Oke!, baiklah, saya coba kumpulkan 20, tapi saya kemudian bertanya-tanya kembali, Mengapa Harus 20? apakah yang spesial dengan 20? setelah sedikit berbicang dan ngobrol-ngobrol dengan kawan saya tersebut, saya coba simpulkan keunggulan 20. Oh iya saya mencoba ini di Malaysia oleh karena itu saya coba mengumpulkan RM20 (Ringgit Malaysia), dan istri saya yang di Indonesia mencoba mengumpulkan Rp20.000.
Untuk lebih mempermudah pemnyampaian pemahaman saya, dalam tulisan ini saya akan gunakan istilah 20, maka siapa saja di negara mana saja bisa memahami nya. untuk orang Malaysia maka RM20, untuk orang Singapura $20, untuk orang Indonesia Rp20.000.
Mari kita cermati kembali, Mengapa Harus 20?


  • 20 Jarang dan Tidak Keluar dari ATM

Jika Anda mengambil uang di ATM, berapa pecahan yg akan keluar, tentu biasanya pecahan yg akan keluar adalah 50 atau 100. kalau Anda mempunyai keinginan untuk mengumpulkan 50 atau 100 bisa2 Anda tidak akan membeli dan belanja apapun dalam sebulan, karena setiap mengambil uang di ATM, anda langsung simpan.
Uang 20 termasuk uang yg jarang, kok tahu, kalau di Malaysia uang RM20 jarang sekali ditemukan nomor seri di atas C. biasanya yg ada nomor seri berkepala A B. berarti memang jumlah cetaknya tidak terlalu banyak seperti RM 10. ini yg membuat Anda akan “Asyik” berburu, karena Anda tidak akan selalu mendapatkan kembalian 20.

  • 20 Menjadi Rambu Belanja

Di Indonesia dan Malaysia, uang Rp20.000 dan RM20 memiliki perbedaan nilai, tetapi persamaan angka 20 ini membuat uang ini nyaman untuk disimpan. jika Anda memiliki uang Rp100.000 atau RM100 kemudian berbelanja ke toko, maka Anda akan secara tidak sengaja terarahkan untuk menyimpan/menabung sebanyak minimal 20%, karena ketika Anda berbelanja di toko dengan uang besar maka akan ada uang kembalian. Jika mendapatkan satu pecahan 20 dalam kembalian maka Anda sudah menabung 20%, jika mendapatkan pecahan 20 lebih dari satu, maka Anda sudah menabung sebanyak 40% atau lebih.

Begitu Anda ke toko, dan ingin membeli sesuatu, Anda pasti akan mencocokkan jumlah pembelian sehingga bisa mendapatkan 20. misalnya Anda berbelanja sebanyak 82, pasti Anda akan mengerem, dan pilih-pilih kembali barang agar, jumlah pembelian di bawah 80, dengan tujuan mendapatkan uang kembali 20. misalnya mengganti minuman dingin dengan yang lebih murah, sehingga total pembelian adalah 79, dan Anda mendapatkan kembalian 20 + 1.

Kalaupun Anda belanja sejumlah 50 dengan menggunakan uang 100, maka Anda harus menambah jumlah belanjaan, karena menghindari kembalian 50, maka anda menambah satu minuman dingin, sehingga todal belanjaan Anda 55. maka Anda akan mendapat kembali 20 + 20 + 5. dengan ini Anda sudah saving 40%

Cara Cepat Mengumpulkan 20

  • Menyimpan dalam Toples Kaca / Bening
Zaman dulu orang kalau menabung, disimpan ditempat yg tertutup dan tidak bisa dibuka. sehingga kalau mau membuka harus dengan memecahkan celengan.
Dalam melakukan permainan pengumpulan 20, hal tersebut tidak disarankan, karena dalam permainan ini, kita tak perlu takut atau risau uang Anda akan diambil untuk keperluan lain. Kita kendalikn penggunaan uang ini dengan komitmen, Anda yg akan kendalikan, ingat this is just a game, kita ini sedang bermain. Jadi, enjoy aja.
Dengan menggunakan Toples bening, kita akan jadi kebih bersemangat, karena kita dapat lihat perkebembangan hasil buruan kita, istilahnya Akuntabel kalau kata orang sekarang mah.
Dan ingat uang adalah sekedar alat tukar, kalau memang perlu, maka boleh dipakai, tapi ingat untuk tidak konsumtif, pakai untuk sedekah dan investasi lebih utama

  • Beritahu ke Teman-teman

Beritahu pada teman-teman bahwa Anda sedang Bermain permainan ini.. Lho kenapa? teman2 sekitar Anda akan mencari Anda jika menemukan uang 20, dia akan bilang “gwe punga 20 nih, mau nuker nggak?” hal ini akan membuat perburuan 20 akan lebih seru dan cepat. Selain itu, Ajak juga teman2 untuk mengumpulkan 20, lho kalau begini bukannya teman nanti akan menjadi saingan perburuan kita, nah ini adalah cara berpikir yg terllau mau menang sendiri.
Jangan lupa Suatu saat orang akan yg mengumpulkan 20 itu pasti akan menukarkan uangnya,  misal teman saya ketika mau brngkt Haji, dia menukarkan sejumlah RM1000 dalam bentuk pada saya 20 pada saya. Saya pun begitu, ketika ingin menggunakan uang, maka saya akan tukarkan RM20 pada teman sesama pengumpul, sehingga dpt membantu perburuan orang lain.

Saya ucapkan Selamat Mengumpulkan 20 ☺ dan Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Kawan saya, sing Mabrur.. Amiiin... oh iya, Nitip 20 Riyal yaaaa...

Jumat, 20 Mei 2016

Anak Pekerja di Malaysia lolos SNMPTN 2016

Mimpi gadis ini nampak semakin terbuka ketika dinyatakan diterima sebagai mahasiswa Jurusan Administrasi Negara di Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Dia adalah Nurul Ayuni yang lahir di Sabah Malaysia pada tahun 1999, dia tidak lahir di tanah air Indonesia karena kedua orangtuanya mancari nafkah dengan menjadi pekerja di Malaysia.
Ayuni tidak pernah menyangka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas seperti sekarang ini, bahkan untuk bersekolah di tingkat sekolah dasar (SD) saja ketika itu merupakan sebuah hal yang mustahil. Sebagai pendatang di negeri orang, tentu Ayuni tidak dapat memperoleh hak yang sama seperti warga negera di negeri tersebut.  Termasuk salah satunya adalah hak untuk memperoleh pelayanan pendidikan, kelengkapan berkas yang tidak memenuhi syarat membuat Ayuni tidak dapat bersekolah di sekolah pemerintah di Sabah Malaysia, sedangkan untuk masuk ke sekolah swasta di Malaysia tentu pihak keluarga harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Memutuskan untuk tidak bersekolah nampaknya adalah sebuah pilihan yang paling bijak pada saat itu.
Takdir berkata lain, Gadis yang lahir pada 3 Januari ini beruntung bertemu dengan Dadang Hermawan yang pada saat itu mengemban tugas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia untuk merintis fasilitas pelayanan pendidikan bagi anak-anak pekerja Indonesia di Malaysia. Hermawan tatkala itu memang ditugaskan untuk mencari anak-anak Tenaga Kerja Indonesia yang belum berkesempatan untuk bersekolah. Bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Hermawan sebagai kepala sekolah mulai mencari dan memotivasi anak-anak untuk bersekolah. Ayuni pun diterima dan berkesempatan belajar si Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).
  Sejak kecil Ayuni termasuk anak yang aktif dan pemberani, pada keikutsertaan yang pertama dalam lomba Puisi Ayuni berhasil meraih juara 3 pada ajang Apresiasi Kreasi Seni Sekolah Indonesia Luar Negeri (APKRES SILN) pada tahun 2009, hal itu merupakan sebuah hal yang membanggakan karena Ayuni berkompetisi juga dengan para anak diplomat dari Sekolah Indonesia Luar Negeri dari seluruh dunia.
Anak dari pasangan Mansyur Bin Hj. Syamsuddin dan Napisah Binti Japile ini bukan anak yang pemalu dan dapat dengan mudah bergaul dengan orang yang ditemuinya. Ayuni juga tergolong aktif, berbagai kegiatan di sekolah pun kerap diikutinya seperti menyanyi, dan berorganisasi. Gadis periang dengan moto hidup I always keep my day full of colour and love ini sebenarnya memiliki pengalaman pahit pada masa lalu nya, dia dan keluarga sempat dicemooh dan mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan terkait statusnya sebagai pekerja di Malaysia. Namun justru karena itu Ayuni semakin bersemangat untuk terus belajar dan belajar sehingga menjadi orang yang pintar dan berguna. Pesan Ibunda selalu terngiang dalam kepala Ayuni “Dengan pendidikan yang tinggi orang bisa lebih menghargai dan menghormati kamu”, pesan itu lah yang membuat Ayuni selalu bersemangat untuk belajar dan bersekolah.
Meski sejak lahir di Malaysia, gadis keturunan Bugis ini merasa sangat bangga akan Indonesia, ia sangat gembira jika mendengar berita-berita tentang Indonesia yang menjuarai berbagai macam kompetisi seperti olahraga dan kesenian. Jika ada tim Indonesia yang bertanding di Sabah Malaysia pun, Ayuni seringkali menyempatkan diri untuk menonton dan memberi dukungan untuk Indonesia. Ayuni juga beruntung pernah tampil menyanyi di Wisma Indonesia di Kota Kinabalu ketika KJRI Kota Kinabalu pada saat itu menyambut Tim Nasional Sepakbola Usia 16 tahun.
Gadis yang bercita-cita ingin keliling dunia ini mengatakan beruntung mempunyai guru-guru dan teman-teman yang hebat di SIKK. Teman-temannya merupakan figur yang memberi semangat karena mereka menorehkan prestasi membanggakan bagi Indonesia dengan keluar sebagai Juara dalam berbagai ajang Internasional salah satunya pada ajang Sabah International Folklore Festival (SIFF). Ayuni yang sangat menggemari mata pelajaran Matematika ini menjadi semakin percaya diri berkeinginan lebih lagi untuk mampu berprestasi. Salah satu prestasi membanggakannya adalah dinobatkan sebagai Juara 1 olimpiade Matematika pada Kompetisi Sains dan Seni Anak Indonesia di Malaysia pada 2016 di Kuala Lumpur.
Universitas Negeri Makassar (UNM) merupakan sebuah mimpi  dan tantangan baru baginya, meskipun begitu Ayuni tidak pernah gentar dan selau berkeinginan untuk terus belajar dan berusaha. Ayuni yang sempat bingung menggunakan mata uang rupiah ketika tiba di Indonesia 20 Mei yang lalu ini  juga berpesan pada adik-adik kelasnya (yang sekarang masih di Malaysia) untuk terus berjuang, “Bercita-cita dan berprestasi itu hak semua orang, juga termasuk hak kita”. (Rahmadi Diliawan - Guru Sekolah Indonesia Kota Kinabalu 2011-2015).






Anak Ladang Indonesia di Malaysia Melewati Perbatasan Negara dan Menyusuri Kepulauan Indonesia untuk Mendaftar Kuliah


Tiga tahun yang lalu mereka masih tinggal di perkebunan sawit dan dapat dikatakan belum mengenal dunia luar. Lorensius, Yeremia, Jufri, dan Felicity masih tinggal di sebuah perkebunan di daerah Tomanggong. Tempat yang biasa disebut dengan ladang Tomanggong ini dapat dikunjungi dengan cara menyusuri perkebunan sawit dari pusat kota Lahad Datu, Sabah-Malaysia. Untuk menuju lokasi harus ditempuh selama empat jam dengan menggunakan kendaraan sewa.
Alhamdulillah, mereka tetap dapat bersekolah walaupun tinggal di dalam perkebunan sawit. pemerintah Indonesia melalui Kemdikbud dan Kemlu mengadakan program Community Learning Center untuk anak-anak Indonesia yang tinggal di perkebunan sawit Malaysia. Setelah dinyatakan lulus tingkat SMP, setelah tahun 2013 mereka memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke Ibukota Sabah di Kota Kinabalu di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Untuk bersekolah mereka harus berpisah dengan orangtua dan hidup merantau ke kota. Mereka pun tinggal bersama guru selama mengenyam pendidikan SMA di Kota Kinabalu. Nuh Baehaque adalah salah seorang guru yang membina dan membimbing mereka selama di Kota Kinabalu, Baehaque juga merupakan guru mereka ketika belajar di pusat pembelajaran Tomanggong.
Semasa bersekolah di SMA Kota Kinabalu, mereka selalu bercerita dan saling bertanya tentang hal yang bernama kuliah, dan tentang ketidakmungkinan mereka melanjutkan pendidikan tinggi di Malaysia dikarenakan keterbatasan dokumen dan tentunya biaya.  Tak disangka, kini menjelang SBMPTN tepatnya hari  Jumat (20/5) keempat anak yang baru saja dinyatakan lulus dari SMA dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu ini “nekat” untuk pergi ke Indonesia dengan semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bandung dan Jogja adalah kota yang mereka pilih sebagai tempat untuk mengikuti SBMPTN. Untuk tiba di lokasi, mereka harus melaui perjalanan panjang dimulai dari perjalanan sejauh … km dari distrik Pantai Barat menuju distrik Tawau di ujung timur Malaysia. Untuk menuju Nunukan, Kalimantan Utara, Indonesia, mereka tidak bisa menggunakan perahu feri komersial, ketidaklengkapan dokumen adalah masalah utama mereka. Tak jarang mereka harus menghindari pihak berwajib untuk menghindari penangkapan. Mereka memutuskan untuk melewati perbatasan Malaysia-Indonesia dengan menggunakan sebuah perahu dengan menyusuri sungai kecil, melalui sungai ini mereka berhasi lolos masuk ke Indonesia. 

Setelah tiba di Nunukan, mereka harus menempuh perjalanan berikutnya menuju Tarakan. Setelah menempuh perjalan sekitar 4 jam , akhirnya mereka tiba di Bandara Juwata. Dikarenakan tidak ada penerbangan langsng menuju Jakarta pada saat itu, mereka mengambil pesawat dengan tujuan Banjarmasin baru kemudian menggunakan pesawat yang berbeda menuju Jakarta. Dari Jakarta mereka menggunakan travel car menuju ke Bandung.
Sebelum pengembaraan mereka menuju Indonesia dimulai, orangtua mereka harus mengumpulkan uang untuk membiayai perjalanan mereka yang dapat dikatakan tidak sedikit. Bukan hanya biaya perjalanan, biaya menginap dan keperluan sehari-hari mereka pun menjadi hal yang perlu dipersiapkan. Tiba di Bandung para putra-putri Indonesia keturunan Flores Timor ini bertemu dengan salah seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bernama Putri yang dahulu pernah melakukan Program Latihan Profesi (PLP) di SIKK. Putri membantu menolong untuk mencarikan tempat tinggal, hingga mereka menemukan kamar sewa, mereka sementara tinggal menumpang di salah satu kosan kamar tempat teman Putri.
Anak-anak ladang yang penuh semangat ini berupaya maksimal agar dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur SBMPTN.  Putri juga mencarikan teman-temannya yang dapat membimbing mereka dengan pelajaran tambahan. Para orangtua juga berpesan pada mereka agar persiapan menjelang tes harus dilakukan sebaik-baiknya agar mimpi untuk belajar di tingkat Universitas dapat terwujud. Karena kemungkinan untuk kembali ke Malaysia sangatlah kecil, dengan posisi mereka yang pada saat ini tidak memiliki dokumen yang lengkap, sudah tentu keberangkatan ke negara Malaysia menjadi sebuah hal yang tidak mudah bahkan mustahil.
Beberapa siswa sudah bertanya tentang kemungkinan mereka untuk ikut bekerja sambilan di sekitar bandung. Tentu merupakan sebuah semangat luar biasa yang patut ditiru, pergi jauh melintasi perbatasan negara dan menyusuri pulau-pulau di Indonesia, jauh dari orang tua, tidak memiliki keluarga, tidak memiliki tempat tinggal untuk mengambi kesempatan agar dapat belajar di Universitas. Semoga semangat tinggi mereka dalam meraih pendidikan tinggi dapat mengantarkan mereka menjadi seorang yang hebat kelak, dan tentunya dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar di Indonesia agar terus bersemangat untuk bersekolah meski dengan sejumlah keterbatasan. (Rahmadi Diliawan/Ulfah Siti Sanita) 




Jumat, 04 Maret 2016

Rabu, 23 Desember 2015

Tim Penyambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Peresmian Gedung SMA Sekolah Indonesia Kota Kinabalu

Pada akhir tahun 2014, masyrakat Sekolah Indonesia Kota Kinabalu berbahagia karena Gedung SMA Sekolah Indonesia Kota Kinabalu diresmikan oleh Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sebuah kehormatan tersendiri bagi saya karena berkesempatan untuk menjadi seksi acara yang memiliki tugas utama untuk membuat konsep peresmiang gedung SMA oleh Mendikbud. Sejumlah acara kami susun agar persemian gedung SMA SIKK ini berlangsung dengan baik dan menjadi kenangan tersendiri bagi seluruh hadirin yang turut serta pada acara tersebut.
Penyambutan Mendikbud diawali oleh pagar ayu dan pagar bagus siswa-siswa SIKK yang diiringi oleh alunan musik rakyat Indonesia. Mendikbud disuguhi beberapa pertunjukkan seni oleh para siswa SIKK, diantaranya Tari Reog Ponorogo yang menyabet Gold Medal pada Sabah International Folklore Festival 2015, dan  Mars dan Hymne SIKK oleh tim paduan suara SIKK. Mendikud juga diberi kenang-kenangan berupa sketsa wajah Mendikbud hasil karya Raharuddin yang merupakan siswa SMA SIKK. 
Telekonferensi tak lup untuk dihadirkan dalam acara kal ini agar, Mendikbud dapat berkomunikasi langsung dengan para siswa  Community Learnin Center yang berada di daerah Tawau sehingga aspirasi-aspirasi mereka dapat langsung tersampaikan.
Acara lain dalam rangkaian peresmian gedung kali ini adalah pembukaan tirai nama gedung sebagai simbolik bahwa gedung ini telah dapat digunakan oleh masyarakat SIKK. Pembukaan tirai dilanjutkan dengan peninjauan gedung dan penanaman pohon oleh Mendikbud di sekitar gedung SMA.

Ketua Panitia Tutup Tirai Tahun Pelajaran 2014-2015 Menggali Potensi Membingkai Prestasi

Rahmadi Diliawan selaku ketua panitia menyatakan bahwa acara ini merupakan sebuah hajat untuk semua masyarakat SIKK untuk melihat sejuta potensi yang dimiliki oleh para peserta didik SIKK. “Kesempatan ini adalah langka, kita bisa berkumpul semua untuk melihat potensi-potensi yang dimiliki oleh anak-anak kita.” ungkapnya. Beliau juga memaparkan bahwa acara ini adalah upaya untuk menggali potensi anak, hampir semua aspek dalam acara ini mulai dari spanduk, dekorasi, pembagian konsumsi, pembawa acara, pengisi acara melibatkan para siswa. Selain untuk menggali potensi, acara ini juga diadakan untuk membingkai prestasi yang telah diraih siswa selama tahun pelajaran 2013/2014. “Pada acara kali ini kami akan memberikan penghargaan khusus pada seluruh siswa terkait sikap mereka, kategori penghargaan tersebut meliputi Peduli Sesama, Peduli Lingkungan, Kesopanan, Kerapihan, dan Kedisiplinan. Selain itu, atas dasar sadar bahwa potensi anak beraneka ragam, maka pada acara kali ini kami akan memberikan penghargaan terbaik untuk setiap mata pelajaran dan untuk setiap kelas.” paparnya

Pembina Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Ujian Nasional SMP 2014

Pada tahun pelajaran 2013-2014, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) mempercayai saya untuk mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI, VIII, dan IX. Salah satu konsekuensi dari kepercayaan mengajar di kelas IX adalah bertanggung jawab untuk meluluskan para siswa dalan Ujian Nasional.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran UN. Hal ini menjadi sebuah beban tersendiri, karena keberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas UN sangat menentukan dalam kelulusan siswa.
Tetik Atikah (Wakasek Kurikulum) dalam usahanya mempersiapkan siswa untuk menghadapi Ujian Nasional dengan target kelulusan 100%, mengadakan dua program besar yaitu 1) sesi pengayaan mata pelajaran UN setiap hari setelah pulang sekolah, dan 2) Kemah Motivasi dengan tema “100% Berani Hadapi UN”.
Alhamdulillah, sebagai guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan pembina pengayaan UN mata pelajaran bahasa Indonesia, saya turut bahagia karena berhasil mengantarkan siswa-siswa SIKK untuk kembali meraih torehan lululs 100%. Kebahagiaan betambah karena berhasil mengantarkan Elin Bernadus sebagai siswa yang mendapatkan nilai Bahasa Indonesia tertinggi se-Sabah, dengan capaian nilai 9,80. 

Mendampingi SIKK meraih Juara Umum APKRES SILN di Palembang

Pada Malam Anugerah APKRES SILN di Hotel Swarna Dwipa Palembang, diumumkan bahwa siswa-siswi SIKK mampu membawa pulang 3 emas dan 1 perunggu. Siswa SIKK yang dinyatakan menjadi yang terbaik (Juara I) adalah Nirwana untuk kategori Menyanyi SD, Maria Aviana untuk kategori Menyanyi SMP, dan Agustinus untuk kategori Pidato SD, serta memperoleh Juara III untuk lomba kategori Tari Kelompok SMP atas nama Misael, Adam, dan Aswan. Dengan perolehan medali tersebut, SIKK dinobatkan sebagai Juara Umum pada APKRES SILN Palembang 2014.

Dadang Hermawan selaku Kepala SIKK mengatakan bahwa perhatian pemerintah Indonesia yang begitu luar biasa pada anak-anak Tenaga Kerja Indonesia di Sabah-Malaysia dengan mendirikan gedung untuk SIKK sudah semestinya diiringi dengan karya-karya dan prestasi-prestasi yang luar biasa.
"Kami berterima kasih pada Kemdikbud dan Kemlu yang telah memberi dan memfasilitasi kami dengan gedung beserta sarana sekolah  dan prasarana yang luar biasa, kami masyarakat SIKK menggelorakan tema Semangat Baru Menjadi Nomor Satu sebagai pacuan semangat untuk berkarya, Alhamdulillah kita dapat mewujudkannya di ajang APKRES SILN ini," katanya.
Pemenang Juara I ajang APKRES SILN ini akan bertanding pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional atau yang lebih dikenal dengan FLS2N. Kontingen Menyanyi SD, Menyanyi SMP, dan Pidato SD SIKK akan bertanding di Semarang menghadapi perwakilan dari 34 Provinsi lain di Indonesia.

Pelatih Menyanyi APKRES Sekolah Indonesia Luar Negeri 2014 di Palembang

Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) sebagai salah satu sekolah Indonesia di luar negeri berkesempatan untuk mengikuti sebuah ajang multi lomba untuk berlomba dan berkompetisi dengan sekolah Indonesia lain di luar negri.
Ajang yang bertajuk Apresiasi Kreasi Sekolah Indonesia Luar Negeri (APKRES SILN) 2014 ini mempertemukan 13 sekolah Indonesia di luar negeri; 1) Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (Malaysia), 2) Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (Malaysia), 3) Sekolah Indonesia Singapura, 4) Sekolah Indonesia Davao (Filipina), 5) Sekolah Indonesia Yangon (Myanmar), Sekolah Indonesia Moskow (Rusia). Sekolah Indonesia Riyadh (Arab Saudi), Sekolah Indonesia Jeddah (Arab Saudi), Sekolah Indonesia Mekah (Arab Saudi), Sekolah Indonesia Kairo (Mesir), Sekolah Republik Indonesia Tokyo (Jepang),  Sekolah Indonesia Wassenaar (Belanda), dan Sekolah Indonesia Bangkok (Thailand),
APKRES SILN pada tahun 2014 ini diselenggarakan di Palembang, 13 sekolah Indonesia luar negeri berkumpul di Hotel Swarna Dipa. SIKK mempercayakan saya sebagai pembina dan pelatih kontingen menyanyi tingkat Sekolah Dasar (SD) yang diwakili oleh Nirwana Binti David Rahman.

Alhamdulillah, pada lomba kali ini, Nirwana mampu menyumbangkan satu medali emas untuk SIKK. Medali emas lain disumbangkan oleh Agustinus (Pidato SD) dan Maria Aviana (Menyanyi SMP). 

Menjadi Narasumber Workshop Pembinaan Guru Bina dan Guru Pamong Learning Center SMP Terbuka di Luar Negeri 2013

Selalu ada pengalaman pertama dalam hidup kita, karena tanpa pengalaman baru seorang manusia dapat dikatakan jalan di tempat alias tidak berkembang. Alhamdulillah, selama bertugas di Sabah banyak sekali pengalaman baru yang datang pada hidup saya. Sangat perlu diyukuri karena dibalik “ketegangan” ketika menghadapi pengalaman baru itu terdapat  jutaan pelajaran yang bisa saya ambil.
Pengalaman berikut bukan sembarang pengalaman, karena saya dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) untuk menjadi narasumber pada acara Workshop Pembinaan Guru Bina dan Guru Pamong Learning Center SMP Terbuka di Luar Negeri, sebuah acara lokakarya tingkat Provinsi. Workshop ini dihadiri oleh 22 Community Learning Center (CLC) dari seluruh Sabah serta satu CLC dari Sarawak dan 1 CLC dari Fillipina.
Dalam lokakarya kali ini saya berkesempatan untuk menimba ilmu bersama seorang guru yang telah berpengalaman dalam membina materi-materi UN di sebagian besar wilayah Indonesia, beliau bernama Ibu Edy Warsih. Sungguh sebuah kesempatan yang amat berharga dapat berjumpa dan bekerja sama dengan beliau.

Pembawa Acara Pembukaan Workshop Pembinaan Guru Bina dan Guru Pamong Learning Center SMP Terbuka di Luar Negeri 2013

Kesempatan selalu datang dengan berbagai macam jalan dan cara, oleh karena itu kita selaku pelaku kehidupan harus dengan sadar menangkap berbagai macam peluang itu. “Berani” itu sebuah kata yang harus selalu tertanam pada diri ketika saya meghadapi hal-hal baru, menjadi pembawa acara bukanlah sebuah hal baru bagi saya, tetapi menjadi pembawa acara dengan tamu undangan sejumlah pejabat  merupakan sebuah hal baru bagi saya.

Workshop yang berlokasi di Sabah Oriental Hotel ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Direktur Pembinaan SMP Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Konsul RI Davao, Konsul RI Kuching, Kepala Kanselerai KJRI Kota Kinabalu, Fungsi Sosial Budaya KJRI Kota Kinabalu, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, dan Kepala Sekolah Indonesia Davao. Para tamu undangan ini cukup membuat saya gemetar, tetapi itu bukanlah sebuah alasan saya untuk mundur.
Acara pembukaan diisi oleh penyampaian laporan dan beberapa sambutan, dalam kesempatannya memberikan laporan penyelenggaraan workshop, Bapak Didik Suhardi selaku Direktur Pembinaab SMP Kemdikbud memaparkan bahwa workshop kali ini terasa sangat spesial karena bukan hanya karena dihadiri bukan hanya oleh guru bina dan guru pamong dari wilayah Sabah, melainkan juga dihadiri oleh guru bina dan guru pamong dari wilayah Sarawak (Malaysia) dan Davao (Filipina). Beliau juga mengatakan niat Kemdikbud untuk mengembangkan Community Learning Center (CLC) di wilayah Sarawak dan Davao.